Ringkasan cepat
Kebutuhan rak sparepart dihitung dari tiga variabel utama: jumlah SKU (jenis sparepart berbeda) yang perlu disimpan, volume fisik rata-rata tiap SKU, dan tingkat stok yang ditargetkan per SKU. Dari situ, kebutuhan luas rak bisa diperkirakan, lalu dikonversi menjadi jumlah unit rak berdasarkan konfigurasi yang dipilih.

Mulai dari data inventory
Langkah pertama adalah mengumpulkan daftar sparepart yang direncanakan disimpan di gudang, idealnya dari data historis pemakaian sparepart di site (jika gudang lama sudah beroperasi) atau dari rekomendasi pabrikan alat berat untuk stok sparepart kritikal (jika gudang baru). Data ini memberi gambaran jumlah SKU dan perkiraan volume tiap jenis sparepart.
Perkirakan volume fisik per SKU
Sparepart alat berat punya rentang ukuran yang sangat lebar — dari seal kit kecil seukuran kotak sepatu hingga komponen final drive yang beratnya bisa puluhan kilogram dan makan tempat signifikan. Kelompokkan sparepart berdasarkan ukuran fisiknya menjadi beberapa kategori (kecil, sedang, besar) untuk memudahkan estimasi kebutuhan level rak per kategori.
Tentukan target level stok
Jumlah unit yang disimpan per SKU tergantung kebijakan stok site — apakah menyimpan safety stock minimal untuk mencegah downtime, atau stok lebih besar karena jarak site ke supplier sparepart cukup jauh sehingga replenishment butuh waktu lama. Site yang sangat remote biasanya butuh safety stock lebih besar dibanding site yang dekat kota dengan akses logistik cepat.
Konversi ke kebutuhan unit rak
Setelah volume total per kategori ukuran diketahui, langkah berikutnya adalah membagi dengan kapasitas per level rak yang dipilih (lihat detail di halaman Spesifikasi Teknis) untuk mendapatkan jumlah level yang dibutuhkan, lalu jumlah level dibagi dengan jumlah level per unit rak (biasanya 4-6 level per unit heavy duty) untuk mendapatkan jumlah unit rak.
| Kategori Sparepart | Contoh | Rekomendasi Rak |
|---|---|---|
| Kecil | Seal kit, filter, sensor | Medium duty, shelving rapat |
| Sedang | Pompa, motor kecil, panel | Medium/heavy duty campuran |
| Besar | Final drive, komponen undercarriage | Heavy duty, level lebih tinggi |
Sisakan ruang untuk pertumbuhan
Sama seperti perencanaan gudang secara umum, perhitungan kebutuhan rak sparepart sebaiknya menyisakan ruang untuk penambahan SKU baru — terutama jika ada rencana penambahan armada alat berat atau perubahan jenis unit dalam waktu dekat. Menghitung terlalu pas-pasan berisiko membuat gudang cepat penuh kembali begitu ada penambahan inventory.
Contoh kasus sederhana
Misalkan sebuah site mengoperasikan 15 unit excavator dan 10 unit dump truck, dengan target menyimpan safety stock untuk 40 jenis sparepart kritikal. Jika rata-rata volume tiap SKU membutuhkan ruang setara satu boks sedang, dan satu level rak medium duty bisa menampung sekitar 8 boks sedang, maka dibutuhkan sekitar 5 level rak (40 dibagi 8) hanya untuk kategori sparepart kritikal ini — belum termasuk consumable rutin dan tools pendukung yang biasanya juga disimpan di gudang yang sama.
Perhitungan semacam ini tentu perlu disesuaikan dengan data riil site Anda, tapi memberi gambaran bahwa kebutuhan rak sparepart sering kali lebih besar dari perkiraan kasar di awal — terutama begitu memperhitungkan consumable dan tools di luar sparepart kritikal saja.
Libatkan tim maintenance dalam perhitungan
Tim maintenance biasanya punya pemahaman paling akurat tentang sparepart mana yang benar-benar sering dibutuhkan versus yang jarang dipakai tapi tetap wajib distok. Melibatkan mereka dalam proses perhitungan kebutuhan rak — bukan hanya mengandalkan data pembelian dari sistem — membantu menghasilkan estimasi yang lebih realistis dan mencegah gudang kelebihan kapasitas untuk sparepart yang jarang dipakai sementara kekurangan tempat untuk yang justru sering dibutuhkan.
Ada pertanyaan seputar topik ini untuk gudang Anda?
Tim kami siap bantu diskusikan kebutuhan rak gudang tambang spesifik Anda.